Senin, 14 Januari 2013

tugas proposal ptk



UPAYA PENINGKATAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA SISWA KELAS VI SDN 01 MANGUHARJO MELALUI TPA




Disusun Oleh:

Nama        : Kukuh Utami
Kelas         : PGSD 7C
NPM         : 09141118



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
IKIP PGRI MADIUN
2013


BAB I
PENDAHULUAN
A.      LatarBelakang
Banyak ditemukan fakta bahwa murid kelas VI SDN 01 Manguharjo kebanyakan belum bisa membaca al-qur’an. Ada sebagian yang sudah bisa membaca AL-Qur’an,  akan tetapi intensitasnya terbilang kecil daripada mereka yang belum mampu membaca Al-Qur’an.

         Untuk itu dengan pengadaan TPA ini diharapkan  dapat meningkatkan dan mendorong siswa agar bisa membaca al-qur’an, dan gemar membaca Al-Qur’an.

B.  Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut:
1.                  Bagaimanakah upaya peningkatan membaca Al-Qur’an  melalui TPA pada siswa kelas VI SDN 01 Manguharjo?
2.                  Apakah melalui TPA mampu meningkatkan membaca AL-Qur’an pada siswa kelas VI SDN 01 Manguharjo?

C.  Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah:
1. Untuk menambah kemampuan siswa dalam membaca al-qur’an.
2.Untuk menambah kepedulian dan semangat guru beserta berangkat sekolah yang lainnya dalam pengadaan TPA rutin.

 

D.  Hipotesis Penelitian

            Hipotesis  ialah suatu jawaban sementara terhadap suatu permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1.    Perilaku guru dalam pembelajaran membaca AL-Qur’an melalui TPA terhadap siswa kelas VI di sdn 04 nambangan kidul.
2.    Perilaku siswa dalam pembelajaran membaca AL-Qur’an melalui TPA terhadap siswa kelas VI di sdn 04 nambangan kidul.



E.  Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.      SISWA
       Memperlancar bacaan al-qur’an dari siswa yang sudah mampu membaca al-qur’an.
            Meningkatkan kemampuan membaca huruf ibtidaiyah pada siswa yang belum mampu membaca al-quran untuk mendorong siswa dapat membaca al-qur’an.
2.      GURU
       Meningkatkan kepedulian guru pada siswa dalam ruang lingkup membaca  al-qur’an

 

F.   Asumsi Penelitian

Berdasarkan pemikiran yang matang, maka diasumsikan bahwa:
1.        TPA adalah lembaga pendidikan dan pengajaran Islam di luar sekolah untuk anak-anak usia SD (7-12 tahun). Waktu atau jam belajar mengajar TPA berlangsung sore hari, yaitu sebelum dan sesudah waktu zuhur atau sebelum dan sesudah waktu ashar.
2.        Sangat membantu siswa  dengan model pembelajaran TPA.

G.  Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian

Ruang lingkup dalam penelitian ini meliputi: (1) lokasi dan subjek penelitian dan (2) variabel penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 01 Manguharjo Madiun dengan subjek penelitian guru  dan siswa . Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu: Pembelajaran TPA (variabel x), dengan antusiasme siswa (variabel y).
Keterbatasan penelitian pada metode TPA dengan antusiasme siswa pada pembelajaran membaca Al-qur’an kelas VI.


Jabaran Variabel, Sub-Variabel, dan Indikator
No
Variabel
Sub-variabel
Indikator
1.



Pelaksanaan TPA
a.   Penerapan TPA.
1)      Perencanaan
2)     Pedoman pelaksanaan
3)     Menjelaskan akan tugas, wewenang dan tanggung jawab
4)     Sasaran akan tugas, wewenang dan tanggung jawab
5)     Pedoman pemberian tugas
6)     Memantau kegiatan
b. Pengaruh dari TPA pada siswa

1)      Mendengarkan aktif
2)      Mengembangkan hubungan
3)      Memonitor atau membimbing
4)      Memberi pengakuan
5)      Memberi imbalan (Rewarding)
6)      Mengelola konflik
7)      Membangun jaringan kerja
2.
Siswa
Pemahaman siswa terhadap pembelajaran Al-qur’an

1.    Menguasai cara pelaksanaan TPA
2.       Menyusun langkah-langkah pelaksanaan Materi Pelajaran

Pemahaman siswa terhadap Al-Qur’an

1)      Memahami materi pembelajaran
2)      Melaksanakan tugas

H.  Definisi Operasional

Ada beberapa operasional yang perlu disajikan dalam penelitian ini, agar tidak terjadi kesalahpahaman atau penafsiran yang tidak sesuai dengan maksud peneliti, yaitu:
1.    TPA adalah lembaga pendidikan dan pengajaran Islam di luar sekolah untuk anak-anak usia SD (7-12 tahun). Waktu atau jam belajar mengajar TPA berlangsung sore hari, yaitu sebelum dan sesudah waktu zuhur atau sebelum dan sesudah waktu ashar.Siswa adalah sekelompok peserta didik yang  diajar oleh tenaga pendidik yang ahli di bidangnya.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.      PENGERTIAN
a.      Pengertian Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry)
TPA adalah lembaga pendidikan dan pengajaran Islam di luar sekolah untuk anak-anak usia SD (7-12 tahun). Waktu atau jam belajar mengajar TPA berlangsung sore hari, yaitu sebelum dan sesudah waktu zuhur atau sebelum dan sesudah waktu ashar.
Menurut Aan Kurnia(2005: 1) TPA adalah suatu lembaga/sekolah yang berupaya mendidik anak usia 7-12 tahun, supaya santri dapat membaca, menulis, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an.

Hakikat Taman Pendidikan Al-Qur’an adalah upaya membantu mengembangkan potensi anak didik secara optimal ke arah pembentukan sikap, pengetahuan dan keterampilan keagamaan melalui pendekatan yang disesuaikan dengan lingkungan dan taraf perkembangan anak berdasarkan tuntutan Al-Qur’an dan sunah rosul melalui program pendidikan yang berkelanjutan.

Taman Pendidikan Al-Quran menurut Tim Penelitian dan Pengembangan LIQA(2007: 4) bahwa Taman Pendidikan Al-Qur’an merupakan lembaga pendidikan bagi anak untuk melatih kecerdasan berpikir(IQ), kecerdasan emosi(EQ), kecerdasan spiritual(SQ), kecerdasan ekonomi (EQ), dan kecerdasan sosial (SQ). Taman Pendidikan Al-Qur’an adalah bagian dari PEMAMAS (Pemberdayaan Mssjid dan Masyarskat) yang didalamnya tercakup majelis ta’lim, pengajian dan TPA.

Dari beberapa pendapat diatas, dapat dijelaskan bahwa Taman Pendidikan Al-Qur’an merupakan sebagai lembaga pendidikan islam yang berupaya dalam membelajarkan anak/santri agar dapat membaca, menulis, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an minimal mampu melaksanakan ibadah sehari-hari dalam bentuk, bisa dan biasa shalat, membaca do’a-do’a harian, memiliki keterampilan dalam pengetahuan Islam maupun pengetahuan umum serta ilmu pengetahuan teknologi.


b.      Visi, Misi, Tujuan, dan Target TPA
    1. Visi TPA yaitu menyiapkan generasi Qur’ani menyongsong masa depan gemilang.
    2. Misi TPA yaitu misi pendidikan dan dakwah islamiyah.
    3. Tujuan dan target TPA yaitu untuk menyiapkan anak didiknya agar menjadi generasi Qurani.
Untuk tercapainya tujuan ini, TPA perlu merumuskan pula target-target operasionalnya. Dalam waktu kurang lebih 1 tahun diharapkan setiap anak didik akan memiliki kemampuan :
-         Membaca Al Quran dengan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.
-         Melakukan shalat dengan baik dan terbiasa hidup dalam suasana yang islami.
-         Hafal beberapa surat-surat pendek, ayat-ayat pilihan dan do’a sehari-hari.
-         Menulis huruf Al Quran

c.       Kurikulum TPA
Penyusunan kurikulum TPA mengacu pada asas-asas sebagai berikut:
  1. Asas Agamis bersumber dari Al Quran dan Hadits
  2. Asas filosofis berdasarkan pada sila pertama pancasila
  3. Asas sosio cultural bersumber pada kenyataan bahwa mayoritas bangsaIndonesiaberagama Islam
  4. Asas Psikologis, secara psikologis Usia 4-12 tahun cukup kondusif untuk menerima bimbingan membaca dan menghafal Al-Quran, serta pemahaman nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Tujuan Kurikulum
  1. Santri dapat mengagumi dan mencintai Al Quran sebagai bacaan istimewa dan pedoman utama.
  2. Santri dapat terbiasa membaca Al Quran dengan lancer dan fasih serta memahami hukum-hukum bacaannya berdasarkan kaidah ilmu tajwid.
  3. Santri dapat mengajarkan shalatlimawaktu dengan tata cara yang benar dan menyadarinya sebagai kewajiban sehari-hari
  4. Santri dapat menguasai hafalan sejumlahsuratpendek, ayat pilihan, dan doa harian.
  5. Santri dapat mengembangkan perilaku sosial yang baik sesuai tuntunan Islam dan pengalaman pendidikannya.
  6. Santri dapat menulis huruf arab dengan baik dan benar.




d.      Materi Pelajaran TPA
-         Materi Pokok
1.                   Bacaan Iqra
2.                   Hafalan Bacaan shalat
3.                   Bacaansuratpendek
4.                   Latihan praktek shalat dan amalan ibadah shalat
5.                   Bacaan tadarus bittartil
6.                   Ilmu tajwid
7.                   Hafalan ayat pilihan
8.                   Tahsinul kitabah
-         Materi Penunjang
1.                        Doa dan adab harian
2.                        Dinul Islam (pengetahuan dasar akidah, syariah dan akhlak)
3.                        Muatan lokal seperti bahasa Arab praktis
.





BAB III

METODE PENELITIAN

 

 

A.  Rancangan Penelitian

      Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian asosiatif. Penelitian asosiatif adalah suatu permasalahan penelitian yang bersifat hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan bentuk hubungan kausal, yaitu hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi), (Sugiono, 2003). Karena penelitian ini menggunakan perhitungan angka terhadap data yang diperoleh untuk pengujian hipotesis, yaitu untuk melihat hubungan antar variabel Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu: metode  inquiry terbimbing (variabel x), dengan antusiasme siswa (variabel y).
Y
 
X
 
                                                


Gambar 1 Rancangan Penelitian
Keterangan:
Variabel x:  pengajaran TPA
Variabel y:  keberhasilan membaca siswa

B.  Populasi dan Sampel

1.   Populasi
         Pengertian populasi menurut Sugiyono (2003: 90), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini populasinya adalah semua Kepala Sekolah dan guru SMA Negeri Se-Kabupaten Malang.

2.   Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto, 2002: 109). Agar sampel betul-betul mewakili dari populasi, dalam menentukan jumlahnya haruslah sesuai. Berkaitan dengan besarnya sampel penelitian ini, Arikunto menyatakan bahwa “ada beberapa rumus yang dapat digunakan oleh peneliti untuk menentukan jumlah anggota sampel. Sebagai ancer-ancer, jika peneliti mempunyai beberapa ratus subjek dalam populasi, mereka dapat menentukan kurang lebih 25-30% dari jumlah subjek tersebut.
Berdasarkan table krejcie dan morgan, jumlah populasinya N= 447 dengan jumlah sampelnya S= 208.
 Untuk menentukan anggota sampel dalam penelitian ini digunakan teknik Cluster Sampling (Area Sampling) yaitu teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas (Sugiyono, 2003: 94). Karena dibagi menjadi empat wilayah yaitu wilayah utara, wilayah selatan, wilayah timur, dan wilayah barat sesuai dengan arah penjuru.

 

C.  Variabel Penelitian

        Menurut Sugiono (2003: 39) variabel penelitian adalah suatu  atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Di dalam penelitian ini terdapat dua variabel independen dan satu variabel dependen, yaitu metode  inquiry terbimbing (variabel x), dengan antusiasme siswa (variabel y).

D.  Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, sumber dan cara. Bila dilihat dari setting-nya, dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting), pada laboratorium dengan metode eksperimen, dan dirumah dengan berbagai responden. Bila dilihat sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sekunder. Selanjutnya bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview (wawancara), kuesioner (angket), Observasi (pengamatan ), dan gabungan ketiganya, Sugiono (2003:156).
            Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner (angket), untuk mengetahui hubungan perilaku kepemimpinan Kepala Sekolah dan kemampuan guru dengan inovasi pendidikan di sekolah.


E.  Instrumen penelitian
Instrumen dalam penelitian ini adalah angket yang berbentuk skala Likert yaitu memberikan suatu nilai skala untuk setiap alternatif jawaban yang berjumlah empat alternatif jawaban. Keempat alternatif jawaban tersebut adalah SL (selalu), SR (sering), JR (jarang), dan TP (tidak pernah). Pedoman penilaian Angket sbb:
Alternatif
Keterangan
Skor
1
Selalu
4
2
Sering
3
3
Jarang
2
4
Tidak Pernah
1

F.   Teknik Analisis Data

Uji Normalitas
            Uji normalitas ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah data populasi berdistribusi normal tau tidak. Uji ini diperlukan untuk mengetahui apakah teknik analisis regresi cocok dipergunakan untuk data penelitian ini. Uji normalitas ini ditempuh melalui 2 (dua) cara, pertama memakai rumus Chi-kuadrat dan kertas peluang (Sugiyono, 2003:199).

           

 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar